LEBAK – Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya mendorong agar program pemberdayaan generasi muda di sektor pertanian tidak berhenti pada perencanaan administratif, tetapi mampu melahirkan wirausaha baru dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pedesaan.
Komitmen tersebut disampaikan Hasbi saat menerima audiensi jajaran Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), Kementerian Pertanian Republik Indonesia, di Ruang Kerja Bupati Lebak, Selasa (27/10/2026). Pertemuan ini membahas koordinasi dan sinkronisasi program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Scaling-up Intervention (YESS-SI) periode 2027–2030 di Provinsi Banten.
Bagi Pemerintah Kabupaten Lebak, program ini menjadi peluang strategis untuk mengoptimalkan potensi pertanian daerah sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan ekonomi produktif. Melalui persiapan yang matang dan kolaborasi lintas sektor, pemuda pedesaan diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan berdaya saing.
Bupati Hasbi Dorong Penggunaan Anggaran yang Tepat Sasaran
Dalam audiensi tersebut, Bupati Hasbi menegaskan bahwa keberhasilan program pemerintah harus dilihat dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Ia mengingatkan agar setiap anggaran yang dialokasikan mampu menghasilkan capaian konkret, terutama dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian generasi muda.
“Pelaksanaan program ini harus berorientasi pada hasil dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Anggaran yang dialokasikan jangan hanya sekadar terserap, tetapi harus menghasilkan outcome yang optimal,” tegas Hasbi.
Penekanan tersebut menunjukkan pentingnya tata kelola program yang terarah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil. Menurutnya, setiap tahapan perlu disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat agar program pemberdayaan tidak sekadar menjadi agenda kegiatan, tetapi mampu memberikan perubahan yang berkelanjutan.
Hasbi juga menekankan perlunya koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, lembaga pelaksana, serta komunitas pertanian. Sinergi tersebut dibutuhkan agar program YESS-SI dapat berjalan sesuai sasaran dan menjawab tantangan yang dihadapi generasi muda di sektor pertanian.
Ia optimistis, dengan komitmen bersama dan pelaksanaan yang terukur, program ini dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperluas kesempatan usaha bagi pemuda di Kabupaten Lebak.
Pertanian Jadi Peluang bagi Generasi Muda
Program YESS-SI merupakan inisiatif Kementerian Pertanian bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD) yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas generasi muda pedesaan dalam mengembangkan kewirausahaan dan kesempatan kerja di sektor pertanian.
Program periode 2027–2030 tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya pelaku usaha muda yang tidak hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi juga mampu memanfaatkan inovasi, keterampilan, dan peluang pasar untuk meningkatkan nilai ekonomi produk pertanian.
Kabupaten Lebak memiliki potensi pertanian yang dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk menghadirkan pendekatan baru dalam pengelolaan usaha pertanian, mulai dari proses produksi hingga pengembangan produk bernilai tambah.
Bupati Hasbi berharap komunitas pertanian di daerahnya dapat mengambil peran aktif dalam mendukung pelaksanaan program. Komunitas tersebut diharapkan menjadi penggerak yang membantu menghubungkan pemuda dengan peluang usaha, pendampingan, serta pengembangan potensi lokal.
“Dengan kolaborasi dan komitmen yang kuat dari seluruh pihak, saya optimistis program YESS-SI dapat berjalan dengan baik. Yang terpenting, program ini harus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda di sektor pertanian,” ujarnya.
Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Pertanian Lebak
Audiensi bersama PEPI Kementerian Pertanian menjadi bagian dari langkah awal memperkuat koordinasi dalam mempersiapkan pelaksanaan YESS-SI di wilayah Banten. Sinkronisasi program diperlukan agar dukungan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan peluang pengembangan usaha yang tersedia.
Pemerintah Kabupaten Lebak berharap program ini mampu membuka ruang lebih besar bagi pemuda pedesaan untuk membangun usaha produktif, menciptakan kesempatan kerja, serta meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian lokal.
Bagi Hasbi, pembangunan sektor pertanian membutuhkan keterlibatan generasi muda yang kreatif, terampil, dan berani berinovasi. Oleh sebab itu, dukungan terhadap kewirausahaan pertanian menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus mempersiapkan regenerasi pelaku usaha di sektor tersebut.
Melalui koordinasi yang diperkuat sejak tahap persiapan, Pemerintah Kabupaten Lebak berharap YESS-SI periode 2027–2030 dapat dilaksanakan secara efektif dan memberikan hasil yang terukur. Sinergi pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, lembaga pelaksana, dan komunitas pertanian diharapkan menjadi modal penting untuk mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri serta memperkuat daya saing pertanian di Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten.